Indonesia Krisis Tekstil, Ancaman Berbahaya!

Krisis tekstil, sumber: tempo.co

Industri tekstil Indonesia sedang mengalami kelesuan luar biasa, 10 pabrik Tekstil tutup dan pemutusan hubungan kerja tidak terbendung. Beberapa pabrik tutup permanen dan memecat ribuan karyawannya, PT. S Duparteks, Jateng memecat 700-an karyawan, PT. Alenatex, Jabar memecat 700-an karyawan, PT. Kusumahadi Santosa, Jateng memecat 500-an karyawan, PT. Kusumaputera Santosa, Jateng memcat 400-an keryawan, PT. Pamor Spinning Mills, Jateng Memecat 700-an karyawan, PT. Sei Apparel, Jateng memecat 800-an karyawan.

Sementara beberapa pabrik melakukan rasionalisasi dan efisiensi perusahaan dengan memecat ribuan karyawan, diantaranya PT. Sinar Panca Jaya, Semarang memecat 2000-an karyawan, PT. Biratex, Semarang memecat 400-an karyawan, PT. Johartex, Magelang memecat 300-an karyawan dan PT. Pulomas, Bandung memecat 100-an karyawan. 

Total karyawan yang dipecat sejak Januari 2024 ada sekitar 13.800 karyawan dari sepuluh perusahaan tekstil tersebut. Kondisi seperti ini menandakan bahwa ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Sementara kita ketahui bersama rupiah sudah menembus angka Rp. 16.500 per dollar. Hal ini semakin memperberat produsen untuk terus berproduksi, karena sebagian besar bahan tekstil diimport dari luar negeri yang pembayarannya menggunakan dollar, sementara harus dijual ke produsen dalam bentuk rupiah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa penyebab gelombang PHK di industri tekstil adalah karena persaingan bisnis tekstil yang semakin ketat, di saat yang sama pasokan bahan baku yang berlebih. Sehingga produsen lebih berminat melakukan praktik dumping atau menjual produknya ke luar negeri dengan harga lebih murah dibandingkan di dalam negeri, Akibatnya banjir tekstil dan produk tekstil impor, menyebabkan badai PHK tidak terbendung lagi.

“ Di dunia sedang terjadi excess ( kelebihan ) kapasitas tekstil, sehingga terjadi banyak sekali dumping, jadi kita harus hati-hati untuk melindungi ekonomi kita di dalam negeri “ kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan DPD RI, Rabu ( 19/6/2024 ).

Sistem Ekonomi Kapitalisme, Biang Kerok PHK

Pengangguran dan inflasi adalah masalah utama yang selalu timbul akibat praktik sistem kapitalisme dalam sebuah negara. Keduanya berkelitkelindan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Inflasi terjadi seringkali dipicu akibat nilai mata uang yang turun akibat excess bahan baku. Mata uang yang tidak disandarkan pada nilai instrinsiknya menyebabkan dia rawan terhadap tekanan dari negara lain. Akibatnya, ketika nilai mata uang turun tidak bisa lagi digunakan untuk membeli bahan baku selanjutnya, sehingga akan berimbas pada pengurangan produksi.

Ketika perusahaan mengurangi produksi, yang terjadi selanjutnya adalah menurunnya _revenue_ perusahaan dan gagal bayar terhadap upah karyawan. Jika kerugian itu sangat besar maka yang dilakukan perusahaan adalah menutup industrinya, tetapi jika kerugian kecil, rasionalisasi adalah langkah yang dilakukan demi penyelamatan perusahaan. 

Penerapan sistem kapitalisme meniscayakan politik dumping oleh suatu negara kepada negara lain, hal ini sebagai akibat dari praktik globalisasi dalam wujud perdagangan bebas. hal tersebut akan memukul industri negara yang nilai mata uangnya rendah. 

Kapitalisme tidak akan bisa menjadi sistem ekonomi yang ideal untuk mengentaskan masalah pengangguran dan inflasi. _Pertama_ , Karena pokok kesalahannya terletak pada penggunaan fiat money dan _kedua_ , distorsi penggunaan mata uang sebagai alat investasi, yang melahirkan ekonomi nonriil, yang tidak bertumpu pada pertumbuhan barang dan jasa. 

 Saatnya Kembali Ke Islam

Islam sebagai agama yang sempurna, memiliki sistem ekonomi. Untuk mencegah adanya pengangguran ada tiga langkah yang dilakukan. Pertama, sebagai seruan moral kepada rakyat, Islam mengajarkan bahwa bekerja adalah kewajiban sebagaimana kewajiban lainnya seperti shalat atau puasa. Dengan kesadaran seperti ini akan membuat setiap pribadi akan terpacu bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Kedua, secara sistemik, Islam akan membuka lapangan kerja yang seluar-luasnya. Dengan cara mengembalikan fungsi uang sebagai alat tukar. Dengan kata lain, Islam akan melarang praktik jual beli saham yang memburu riba. Islam akan menutup bursa saham.

Bursa saham adalah pasar perdagangan uang yang tidak memproduksi barang dan menyerap tenaga kerja, dia ibarat kasino besar dimana  para pialang memperjualbelikan uang. Seberapapun besarnya di pasar saham tidak akan signifikan dengan pertumbuhan produksi dan jasa. Sehingga pengangguran akan merajalela. 

Ketiga , Islam akan Melarang pengendapan uang, berjudi, foya-foya, deposito  atau   kikir. Sebaliknya Islam akan  mendorong dan memfasilitasi setiap rakyat untuk berusaha dan berbisnis dengan praktik syirkah. Bahkan Islam akan memberikan pinjaman tanpa riba untuk berbisnis. 

Syariah Islam kaffah akan bisa terealisir dalam khilafah, tanpa itu mustahil. Karena syariah dan khilafah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Wallahu a’lam.


Penulis: Muhammad Ayyubi (Mufakkirun Siyasiyyun Community)

Editor: Mehmet Fadli

Komentar